SUBSCRIBE

sabar...ikhlas..pasrah & ikhtiar..
"semua akan indah pd waktunya" ^v^

Senin, 12 September 2016

Romantic Journey DAY 3

Kuala Lumpur - Singapore, August 26th 2016,Friday


Tiba di bandara KLIA 2 masih jam 4 pagi..tapi bandara juga sudah ramai pengunjung. Tapi counter check-in kita jelaslah belum buka, kan pesawatnya juga masih jam 7 nanti hehehehe....Gak lama menunggu kira-kira 30-60 menit kemudian, counternya dibuka dan check in lah kita disana.

Khusus untuk penerbangan ke Singapore dengan Air Asia, bag tag nya udah harus kita cetak sebelumnya dari web Air Asia nya dan nanti di counter check-in kita tinggal kasih ke petugasnya dan nanti diberikan kantong berbahan solid plastik untuk bag tag nya.


Beruntungnya kita, gate boardingnya gak terlalu jauh dari pintu masuk, tidak seperti yang banyak dibilang orang kalo mau ke Indonesia, gate boardingnya ini jauh ada di ujung bandara. Santai dululah kita sambil menunggu gate boardingnya dibuka, juga jangan lupa untuk sholat subuh.

Masuk ke dalam musholla bandara, ternyata lagi-lagi kecepatan. Sampai di dalam mushola, ternyata masih baru mau adzan. Karena terlalu kecil musholla nya, jadi sholatnya harus antri, banyak juga antriannya. Jadi harus sabar-sabar ya antrinya :)

Gate boarding pun dibuka, dan gak lama panggilan untuk hot seat terdengar. Masuk ke pesawat dan karena kita, khususnya aku terlalu lelah dan capek, jadi sampai di pesawat, begitu take off langsunglah aku tertidur. Sampai harus dibangunin pak suami untuk mengisi imigration card. 

Penerbangan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Gak lama rasanya baru aja kita tertidur, tau-tau udah sampai di terminal 1 bandara Changi, Singapore.

Cuacanya di dalam bandara ini ternyata sangatlah dingin, enak, sejuk :D Walau dingin, tapi aku harus tetap buka jaket, males berlama-lama membuka jaket nantinya untuk diperiksa di pemeriksaan badan dan koper/tas, karena aku gak mau membuat antrian terlalu lama karena proses buka jaket dll ini, juga lepas gesper dan jam tangan tentunya. Benar saja, orang di depan antrianku haruslah membuka cardigannya.

Dari situ kita ke antrian berikutnya ke counter cap imigrasi. Antriannya cukup panjang, tapi gak terlalu lama, karena mereka kerjanya sangat praktis, sistematis dan cekatan, dan juga ternyata petugas imigrasinya pun cukup ramah.

Ke bagian pengambilan koper, ternyata koper kita sudah tersedia di dekat rel nya. Karena mereka begitu cepat dan praktis kerjanya, koper sudah hanya tinggal beberapa penumpang saja.

Di bandara, pak suami putuskan untuk membeli no lokal, biar mudah komunikasinya. Harganya di banderol 30$ Singapore. Sebenarnya ada bonus tambahan untuk sim card ke dua yang harganya sangat murah. Tapi aku berpikir akan jarang pegang dan utak atik hape (mau menikmati liburan) dan bahwa di hotel nanti akan bisa memakai fasilitas wi-fi nya. Jadi, sim card kedua tidak kita beli.

Kagum dengan bandaranya. Beda dengan bandara Soekarno Hatta, bandaranya persis sekali dengan yang ada di film-film.xixixixi. 





Bandara dan counter check in-nya


Petunjuk barang-barang yang bisa kita bawadan tidak dalam koper bagasi dan kabin








Dinding Diorama Wisata Singapore



Sedikit lapar, lihat-lihat ada Swensens, jajan dululah disitu. Santai sejenak sambil menentukan kita akan naik apa dan bagaimana menuju hotel tempat kita menginap. Es krim strawberry cheese cake 1 scoop nya seharga 4,5$.




Dari terminal 1 ini, kita menuju ke stasiun MRT Changi dan menuju ke Tanah Merah transit sebentar lalu menuju ke stasiun Bugis. Cara membeli tiket MRT nya seperti beli tiket MRT di Kuala Lumpur kemarin, tapi bedanya tidak berbentuk token, tapi tiket seperti KTP dan uangnya yang dimasukkan ke mesin tidak bisa dalam pecahan diatas 5$, jadi siapkan banyak uang pecahan kecil dan koin ya...

Sebenarnya kalau untuk wisatawan ada yang namanya Tourist Pass, bisa untuk bus dan MRT, tapi karena di bandara antriannya ini panjang sekali, kita akhirnya beli yang one way ticket. Untuk tourist pass ini biasanya di banderol dengan harga 15$ per kartu. Juga karena kita ini pengen ngerasain yang namanya travelling, jadinya beli yang ticket one way ini.






Perjalanan dari Changi ke Bugis memakan waktu sekitar 1 jam. MRT nya dari Changi ternyata cukup ramai, tapi gak desak-desakan dan sesak. Sampai di stasiun Bugis, dan stasiunnya ini berada dibawah tanahnya Bugis Junction (seperti mall). Awlanya kita muter-muter di mall nya ini dengan maksud hati mau makan siang, tapi karena pak suami kelelahan sambil gerek-gerek koper, akhirnya kita cari hotel tempat kita menginap dulu.



Berbekal dengan peta hotel yang kita print dari google maps, letaknya memang tidak jauh dari Bugis ini dan gak lama pun kita menemukan hotelnya.

Hotel kita menginap ini di Ibis Hotel Bencoolen street. Masuk ke hotel, disambut bapak satpam dengan sambutan "monggo"....lhooo...otomatislah kita menoleh ramah ke bapak ini :D ceritanya si bapak ini nanti ya di halaman berikutnya.


Sebenarnya check in kamar masih sekitar 3 jam lagi, tapi karena kamar sudah bersih dan beres, akhirnya kita bisa masuk kamar. ahhh...akhirnya kita bisa istirahat sejenak dulu. Dan ini adalah hari Jum'at, sementara pak suami sholat Jum'at, aku pun santai-santai dulu di kamar sambil chit chat sama mama dan teman-teman di Jakarta, dengan memanfaatkan wi-fi gratis dari hotel ini.

Pak suami sholat di dekat hotel, jalan gak begitu jauh katanya.


Bersantai-santai sejenak, kita jalan lagi ke arah Bugis Junction untuk makan siang. Berbekal catatan yang aku browsing di internet beberapa waktu lalu, kita cari makanan halal yang ada di Bugis Junction ini dan akhirnya menemukan resto Pizza Mania.

Di mall-mall katanya makanan-makanan ini sudah banyak yang bersertifikat halal dan ada sertifikat grade A,B dan C nya. Grade ini yang menentukan makanannya enak dan bersih.


Disambut bapak greater yang ramah, kita duduk dan memesan menu Creamy Chicken Pasta dan Mushroom Baked Rice Pizza Mania dan minuman segar ini (lupa namanya, yang merah ada rasa soda dan strawberrynya dan yang satunya rasa lime dan ada buah pala-nya, segar-segar asem ).







Di Singapore ini kita tidak perlu heran banyak orang tua yang masih bekerja, gesit dan sehat, karena pemerintahnya memfasilitasi para orang tua ini untuk bekerja agar tidak ketergantungan dengan anak-anaknya. Kerjanya pun tidak yang berat, misalnya greater di restaurant, hotel, stasiun MRT, cleaning service di bandara dan lain sebagainya. Jadi banyak orang tua yang berlalu lalang sendirian juga di stasiun MRT.

Badan pun masih lelah dan sedikit mengantuk, setelah makan siang, kita balik dulu ke hotel mau sitirahat dulu, isi tenaga untuk nanti malam dan besok jalan-jalan lagi :D

Sekitar jam 4-5 sore, kita selesai mandi dan sholat mau jalan-jalan ke Clarke Quay, tentunya naik MRT lagi, biar mudah dan gak nyasar, karena kita belum tau harus naik bus no berapa.

Berangkat melalui stasiun MRT di Ronchor, sampai di Clarke Quay udah jam 6 sore dan suasana udah gelap, tapi pemandangannya cantik karena diterangi lampu-lampu warna warni dari restaurant di sepanjang sungai di Clarke Quay ini dan juga boat-boat wisata. Langsunglah tanpa basa-basi kita keluarkan perlengkapan memotret kita, kita abadikan perjalanan ini sambil menyusuri sungai ini. Disini banyak wisatawan yang berkumpul sambil makan-makan dan menikmati pemandangan.



Di Clarke Quay ini kita sempat beli es Singapore yang legend itu :D Satunya seharga 1.50 $. Kita berdua sama-sama pilih yang rasa Yam dengan lapisan roti tawar.....Hmmm...ternyata rasanya enak dan lebih lembut dari yang biasanya kita makan di Jakarta.

Kita keliling lagi ke dalam mall yang ada di atasnya stasiun MRT, berencana mau cari makan malam. Ketemulah restaurant yang bertifikat halal, yaitu Nasi Lemak. Tapi sayang, pas kita kesana, ternyata restaurant nya udah tutup. Padahal jam baru aja menunjukkan pukul 9 malam.

Memilih jalan kembali ke hotel, tapi sebelumnya kita mampir dulu ke Bugis Junction cari makan malam. Di Bugis Junction pun ternyata sudah banyak yang tutup. Beli Old Chang Kee dan pizza nya Pezzo, karena udah malam kita dapat harga promo, 11$ untuk 3 potong pizza. Akhirnya kita beli seharga 22$ dan dapat 7 potong pizza. Abis semua? ya tentu tidak dong, kita simpan untuk sarapan besok pagi. Enak pizzanya, potongannya pun standardnya sama besarnya. Yang favorit aku adalah chicken mushroom. *fotonya terlewat, udah keburu abis baru ingat belum ke foto :D *


-= to be continued =-



Minggu, 11 September 2016

Romantic Journey DAY 2

Kuala Lumpur, August 25th 2016,Thursday

Pagi-pagi tersadar dengan sendirinya karena udah terbiasa dengan jam Jakarta, apalagi hari kerja gini. Ingetnya abis sholat subuh langsung mandi, sarapan dan siap-siap berangkat kerja.
Karena kelelahan kemarin, malas2an di tempat tidur, tapi juga sadar, ini waktunya bangun klo di Jakarta.

Lupa jam berapa tepatnya, sepertinya ini belum waktunya jam sholat subuh di Kuala Lumpur. Ke toilet, terus intip jendela di luar kamar hotel, masih gelap. Padahal udah jam 6 lewat sepertinya.
Jadi inget tadi malam di KLCC, jam 18-19an, cuaca juga masih terang banget dan sekarang jam 6 juga masih gelap banget. Saat itu jam di handphone dan jam tangan masih jam nya Jakarta, padahal kalo diliat dari jam Kuala Lumpur, udah lebih cepat satu jam lebih awal.

Abis sholat, ya lanjut tidur lagi dong hahahaha...kan masih gelap.. Gak terlalu lama juga tidurnya, bangun udah segar lagi, mandi dan siap-siap mau jalan-jalan lagi hari ini.
Tujuannya hari ini mau ke Dataran Merdeka, mungkin juga Batu Caves. Selagi saya siap-siap, pak suami lihat-lihat peta tujuan kita dan menentukan jalur dan arah yang mau kita tempuh hari ini. Tapi sebelumnya, kita sarapan dulu ya di hotel ini.

Menu sarapannya udah dibuat perpaket-paketan. Seperti minuman misalnya mau jus orange atau apel dengan yoghurt atau buah asli, mau roti atau pancake, mau omelet atau lainnya.

Ruang restorant nya sebenarnya tidak terlalu besar,tapi kesannya homy bgt (menurut saya :D), ada sofanya,dan di meja counternya ditata cantik seperti ala2 rumah di Perancis.
Sayang gak bisa ambil foto terlalu banyak,karena ruangannya sempit & sedang banyak tamu juga yang sedang sarapan.





Suasana dalam restaurant dan menu sarapan yang kita pilih


Selesai sarapan,kita lanjut jalan-jalan menuju Dataran Merdeka dengan naik GoKL yang Red Line.
Tapi kok..kok..si bus gak berenti di Dataran Merdeka ya,walau dari speakernya udah bilang kalo udah di Dataran Merdeka. Aku pikir,aku salah dengar, tapi sepertinya pak suami juga gak sadar.hahahahaha...
Jadi kita turunlah di halte Dayabumi. Lumayanlah ya kita jalan lagi dengan jarak yang sedang. Ternyata kita turun di halte berikutnya karena di Dataran Merdeka dan sekitarnya lagi ada perbaikan pembangunan.

Gak sia-siakan pemandangan,jalan-jalan sambil foto-foto tentunya :D
Sampailah kita di Dataran Merdeka setelah jalan -+ 10menit.

Beruntungnya kita hari ini,kita berkesempatan melihat gladi bersihnya parade tribune perayaan kemerdekaannya Malaysia. Jadi banyak nyanyi2an&tari2an parade anak-anak. Seru..


Latihan parade panggung anak-anak untuk perayaan hari kemerdekaan Malaysia tanggal 31 Agustus 2016


Pantas aja banyak pembangunan tribune penonton dan tenda-tenda kerucut,juga jalan&halte di area tsb ditutup karena acara ini.
Yang biasanya aku datang supervisi desainer exhibition,kali ini datang sebagai tamu.xixixixi..seru juga kalau ada di sisi sebagai tamu. Gak stress dikejar deadline, ketepatan desain & estetikanya :D
Kita asik berfoto-foto di area ini,karena gedung-gedungnya bagus&klasik,seperti bangunan-bangunan bergaya Inggris.
Cukup lama juga kita foto-foto&kepanasan juga,karena saat itu juga sudah pukul 12siang.
Kita juga ke area Underground Dataran Merdeka. Disini seperti area tempat berjualan aksesoris,pernak pernik,makanan&minuman. Dapat info dari teman,beberapa waktu yang lain,waktu dia kesana,Underground ini belum jadi. Sekarang sudah. Tapi ternyata memang tidak banyak yang berjualan didalam sini,hanya beberapa.Malah terkesan sangat sepi.

Karena asik jalan-jalan dan foto-foto,kita gak sempat masuk ke dalam Kuala Lumpur City Galeri. Kita hanya sempat lihat banyak turis yang keluar dari tempat itu.





Menyusuri jalan Dataran Merdeka,kita berlanjut mau ke Masjid Jamek.
Tapi ternyata Masjid Jamek ini juga dalam tahap renovasi. Jadi diawal kita sempat bingung mencari jalan kearah Masjid Jamek.
Dekat masjid tersebut,aku sempat bertanya arah sama orang lokal disana,tapi mereka malah bingung sama aku yang bertanya..Akhirnya setelah pak suami bilang kita mau sholat,barulah mereka menunjukan arahnya :D

Lagi-lagi karena kebiasaan jam sholat di Jakarta,jam 1kurang,aku sholat dzuhur.Ternyata selesai sholat,adzan pun baru berkumandang. Asli benar-benar lupa pesan teman yang memberi tahu tentang waktu sholat di Kuala Lumpur lebih lambat dari waktu di Jakarta.

Sebenarnya Masjid ini bagus sekali,tapi karena banyak ditutup seng-seng renovasi, jadi kita gak begitu kelihatan sekali bentuknya seperti apa. Sayang sekali ya...maybe next time ya kalo kesana lagi bisa lihat dengan jelas :)

Sholat pun usai,kita kembali menuju ke KL Sentral dengan naik monorail. Stasiun monorailnya ini bersebelahan dengan Masjid Jamek.



LRT dari Masjid Jamek menuju ke KL Sentral

Sampai di KL Sentral,kita makan dulu di area foodcourt nya. Putar-putar dan kita putuskan untuk makan Nasi briyani&tentunya Teh Tarik dingin. Dari kemarin kita niat banget mau minum teh tarik disini,  a sama rasa aslinya alih-alih kita minum yang sachet ala Jakarta kalau dirumah.

Ayam gorengnya memang terlihat merah menyala, tapi tidak pedas kok, rasanya gurih. Juga nasi briyaninya dengan rasa rempah-rempahnya sangat enak dan gurih yang disantap dengan kerupuk yang rasanya seperti opak. Untuk berdua makan seharga 25RM.



Nasi briyani + ayam, teh tarik dan sup kari (ndak tau namanya :D )



Tenant nasi briyani-nya


Dari KL Sentral,kita sebenarnya iseng,mau naik LRT disini sampai dengan stasiun terakhirnya. Kita pun mencobanya dan berenti di stasiun Titiwangsa.

Di Titiwangsa kita tidak menemukan sesuatu yang menarik perhatian kita,jadi kita menuju ke halte disana&naik GoKL red line yang menuju area hotel kita.
Dan GoKL dari arah halte Titiwangsa ini tidak ramai seperti dari halte-halte sebelumnya. Cenderung sepi. Tapi tetap aman&nyaman kok.

Sesampainya di Bukit Bintang,kita masih punya waktu sebelum akhirnya kita kembali ke hotel dan pergi ke Bandara KLIA 2.

Kita berjalan kaki ke stasin LRT di Imbi. Tujuan kita mau mencari Beryls chocolate house. Petunjuk arah menunjukkan dekat stasiun,tapi ternyata setelah bertanya sama orang,sepertinya kita salah arah.
Balik lagi kita ke arah Imbi.



Persimpangan jalan Bukit Bintang dan Imbi


Di Imbi,kita lihat ada sign lightbox Beryl's chocolate,tapi di gedung paling bawahnya adalah tempat penjualan gaun pengantin&pemiliknya bilang mungkin kita salah arah.
Jalan kaki muter-muter,si rumah coklat pun belum tampak. Hampir menyerah karena sudah kelelahan,di area penyebrangan ketemu orang. Pak suami pun bertanya sama dia tentang si rumah coklat. Dan dia pun akhirnya mengerti apa yang kita cari&memberitahu arahnya.

Sekali lagi,kita merasa beruntung bertemu orang itu,merasa seperti bertemu malaikat petunjuk arah.
Kita pun mekangkahkan kaki ke tempat yang dituju.
Jalan dengan tujuan pasti. Area yang kita tuju seperti area komplek perumahan,sepi,tidak banyak orang lewat,hanya ada rumah-rumah dan beberapa butik-butik mewah,tapi sebagian pun telah tutup.
Kami berjalan terus menuju tempat tujuan kami. Tapi jalan semakin jauh dan sepi. Gontai&lelah,tapi dengan kepastian bahwa tempat itu akan ketemu.

Jalan terus sampai dapat. Akhirnya kami lihat ada bangunan yang ramai dengan bis wisata. Ya..sepertinya inilah tempatnya,si Chocolate House yang dimaksud si mas di penyebrangan tadi, walau bukan si Beryl's yang aku cari dari internet.
Membeli coklat yang dicari&sudah...kita jalan lagi dong ke arah hotel kita.
Balik lagi ke arah jalan yang sepi tadi,harap-harap cemas karena bukan di lingkungan kita&juga karena sudah sangat lelah. Tapi kita menemukan jalan pintas ke area Bukit Bintang. Gak pintas juga siy,tapi karena berkotak-kotak areanya,jadi lebih mudah untuk jalan kembalinya. Dan sepertinya kita gak bisa ke Batu Caves,karena sudah lelah&harus kejar bus ke bandara.

Sesampainya di Bukit Bintang,kita santai dulu di Tous le Jous. Istirahat dulu sambil minum yang segar-segar & maem roti :D
Istirahat sudah,sekarang waktunya balik ke hotel ambil koper dan cuss ke bandara KLIA 2..tapi mau bobo dulu di hotel dekat bandara.

Di KL Sentral,kita menuju ke tempat pemberhentian bus yang menuju bandara. Beli tiket bus seharga 33RM.
Naik bus dan siap menuju hotel di bandara.

Di dalam bus diiringi lagu-lagu dari radio lokal sambil menikmati pemandangan malamnya Kuala Lumpur. Lagunya liriknya terdengar asing di telinga. Jadi harus sambil mikir kira-kira artinya apa :D
Ketemu lagi dengan teman kenalan pak suami yang waktu kita naik bus dari bandara kemarin itu. Ngobrol-ngobrollah sepanjang perjalanan.

Setiba di bandara,hotel sudah keliatan di depan mata,tapi kita mau makan dulu. Karena memang sudah jam nya makan malam. Pilihan kali ini adalah Subway, akibat kebanyakan nonton drama korea niy kayaknya hahahahaha..
Enak banget ternyata,makan yang roti kebab isi daging dan keju dengan tambahan sayur selada dan zaitun hitam. Enak segar sayurannya. Makan berdua 30RM.

Di bandara ternyata ada dong si coklat Beryl's yang kita cari-cari itu. Gak sia-siakan kesempatan,kita belanja lagilah si coklat (walau aku gak makan coklatnya,karena alergi..dikasih icip pun terpaksa aku tolak huhuhuhu)

Lelah badan ini,kita langsung menuju Tune Hotel KLIA 2. Hotel nya ini terkoneksi jalannya dengan bandara.Jadi tak perlu repot-repot naik turun kendaraan,cukup gerek koper berjalan ke hotel.



Sebelah kiri petunjuk arah adalah area bandara KLIA 2, sebelah kanan terowongan menuju Tune Hotel.
Bangunan sebelah pojok kanan dengan list jendela warna merah putih adalah Tune Hotel KLIA2.


Tune hotel ini bernuansa hitam merah dan putih,interiornya ditata dengan konsep interior minimalis. Rapi dan bersih,begitu juga dengan kamarnya.


Koleksi Pribadi






Yang membuat betah dan rileks karena di tv dalam kamar ini ada siaran lagu-lagu jazz,walau saya bukan penikmat jazz asli, hanya baru ikutan pak suami yang memang penikmat jazz.
Bersih-bersih dan sholat pun sudah,kita istirahat dulu ya,karena jam 3pagi kita harus bangun lagi untuk siap-siap terbang ke Singapore.

-= to be continued =-

Jumat, 09 September 2016

Romantic Journey DAY 1

Jakarta - Kuala Lumpur, 24 August 2016, Wednesday

"To all of our dearest friends, brothers, sisters, sir, madame, family and relatives, thank you for your appreciation. We'd love to share this joyful moment with everyone who really care to us with hope all us will find the same happiness"
Regards


Annie & Pras



Tadi malam abis cek list packing terakhir,kita cepat2 tidur. Kita mau berangkat pagi2 banget, karena kita daoat first flight,jam 7.55wib. Bangun jam 3 pagi,siap-siap terus langsung berangkat ke Bandara Soeta. Hebring,jam 4.30an aja tol bandara juga macet. Makanya itu dia kita putusin untuk berangkat 3-4jam lebih cepat dari jam boarding kita.
Selesai sholat subuh,kita langsung check-in bagasi. Hip hip horee..kita berhasil cuma bawa 1 koper (15,5 kg). Tipsnya, walau bawa baju banyak,kita pake vaccum bag (bisa beli di ace hardware,isi 2 yg besar harganya sekitar rp.89.000,-). Tips ke 2, baju-bajunya kita pisahkan 2 kloter. 1 ke negara tujuan pertama, yang 1 nya lagi untuk ke negara kedua :)
Gak terlalu lama kita nunggu di dekat Gate boarding setelah cek paspor, akhirnya Gate penerbangan kita dibuka.

Bismillah..akhirnya setelah dapat panggilan Hot Seat (beli kursi seharga @rp150.000,-), kita masuk&berangkat d ke Kuala Lumpur. Kurang lebih 2jam kemudian Alhamdulillah kita sampai di Kuala Lumpur di bandara LCC atau KLIA2.

Cek ricek pasport & ambil bagasi, langsung kita beli tiket bus menuju ke KL Sentral dengan harga 11RM per orang. Tapi karena lapar, kita makan dulu yuk.
Kebetulan ada Wendys,jadi kita makan dulu disitu.



Lupa nama paketnya apa, @ 16 RM

Makan santai,tapi begitu liat jadwal tiket bus nya,kita langsung buru-buru pergi ke tempat pemberhentian bus nya. Karena disitu tertulis paling lambat 30menit dari sejak kita beli tiket. Lhaaa kita malah makan-makan dulu.hahahahaha..

Tapi ternyata naek bus nya bisa yang mana aja. Maksudnya bus-bus ditempat itu semuanya menuiu ke KL Sentral, dengan tarif yg sama juga. Jadi kalau bus penuh,langsung d berangkat. Kalau belum, pasti dipenuhi dulu kuota kursinya. No kursi gak pengaruh. Karena bus nya juga gak sesuai dengan nama bus yang tertera di tiket yang kita beli.


Perjalanan dari LCC KLIA2 ke KL Sentral sekitar 1jam. Jalannya lancar, gak macet,juga bersih. KLIA 2 ini areanya di Sepang. Dekat sama sirkuit F1&GP2.
Di bus sy duduk terpisah dengan suami,karena bus sudah penuh. Jadi karena gak ada teman ngobrol, sy jadi sedikit terkantuk2.hahahaha..


Sampai di KL Sentral (daerahnya sekitaran Little India nya Kuala Lumpur) ,awalnya kita sempat bingung,kita hrs kemana dan nik apa. Tanya punya tanya sekitar,akhirnya kita putuskan untuk naik LRT.
Kita beli token one way seharga kurang lebih 5RM untuk 2 orang tujuan ke Bukit Bintang.
Cara beli tokennya mudah,ada petunjuknya.
Pertama-tama kita pilih akomodasi seperti LRT [1] , lalu pilih tujuan kita [2] . Setelah tertera biaya yang harus dibayar, masukan uang kertasnya [3] (bisa juga koin [4], tapi kebetulan mesin yang kita gunakan ini untuk yang uang kertas saja ), nanti token & kembaliannya akan keluar lewat kotak yang ada dibawah itu [5].


Mesin dan token-nya



Kalo yang ini mesin pintu palang otomatisnya,
sebelum masuk dan keluar si token itu di tab di mesin ini dan nanti palang merahnya otomatis terbuka.
Di tab di kotak yang warna biru itu.

Untuk masuk ke LRT kita diharuskan menge-tab token agar pintu palang otomatisnya terbuka. Gak lama kemudian,LRT nya datang.
Ternyata LRT nya itu hanya melayani tujuan Titiwangsa-KL Sentral dan sebaliknya. Jadi mudah & kita gak bingung.

Sampai di Bukit Bintang kita buka map arah hotel Melange tujuan kita ( print-an maps ini penting banget,biar kita gak bingung nyari tujuan kita).

Kenapa gak buka google maps aja? Karena kita belum buka hp kita & nyalain paket net nya.
Tapi gak susah kok nyari jalan sesuai peta dari si google itu, karena juga pak suami mengerti cara baca peta.hahahaha
Walau agak nyasar sedikit,setelah diam sebentar di toko grosir, kita liat nama hotel kita. Langsung cuss d kesana&langsung check-in.

Setelah istirahat sebentar,sambil kasih2 kabar orang2 tercinta di Jkt,sekitar jam 16.00 waktu setempat,kita mau langsung jalan-jalan.
Tujuan kita sore ini ke KLCC atau Kuala Lumpur Convention Center alias Menara Petronas alias Menara Kembar.

Naik apa kesana?  kita putuskan untuk naik GOKL (sarana bus transportasi Gratis di Kuala Lumpur). Perhatikan jalur & tulisan warna tanda di Bus nya ya (cetak juga ya peta jalur bus GOKL ini, penting juga lho). Kalau mau ke KLCC,kita naiknya yang Jalur Hijau (Green Line).



Tulisan Green Line nya nanti ada di panel hitam diatas itu, berupa Running text

Untuk bus nya, kapasitasnya banyak, bisa duduk dan berdiri (tapi gak padat sekali) dan pastinya ac nya juga dingin, nyaman dan bersih.

Kurang lebih 30-45menit,kita sampai di KLCC.
Ngapain aja disana?  Langsung prepare ambil kamera&tripod, terus foto2. Cekrak cekrek sampai bosan (karena pak suami hoby foto,jadi acara pemotretannya lama juga, gak asal cekrek, tapi serius ambil yang bagus2).

Menjelang magrib jam 18.00an,kita beli minum dulu di Suria Mall dekat dengan KLCC. Mall nya rame & disekitar perkantoran tersebut juga ramai, karena bertepatan dengan berakhirnya jam kerja di hari itu (di Area KLCC itu banyak gedung2 perkantoran). Jam 18.00-19.00 disana ternyata masih cukup terang, gak berasa kayak jam segitu. Karena kita sudah lelah & kurang tidur hari itu, jam 20.00 kita balik lagi ke hotel, dengan naek GOKL Green Line.




Tiba di Bukit Bintang, kita putuskan untuk beli makan terlebih dahulu. Karena saya mau cari makanan halal, akhirnya kita beli Kebab Turki [karena penjualnya seperti orang-orang Turki :D ] , kentang goreng yang berbonus roti kebab (total 24 RM), juga jus strawberry kiwi seharga 10.9 RM. Dan kita santap di dalam kamar hotel karena kita sudah cukup lelah, setelah itu bersih-bersih diri&istirahat dulu..



Si mas juice yang sadar mau di foto, begitu dibilang mau foto, langsung kasih tampang senyum d. Syukron


Daging ayam yang dipanggang besar banget, beda sama yang biasa ada di Jakarta


Kebab porsi kecil dan paket kentang yang terdiri dari kentang, irisan tomat,
irisan seperti tomat Jepang, mayonaise dan roti kebab

Review kamar hotel dan hotel Melange :
- Recepcionistnya di desain dengan cukup unik, dengan meja recepcionist bewarna hitam dan ada tempat duduk yang di tengahnya terdapat lampu hias yang tiangnya berbentuk pistol laras panjang bewarna emas.
- Recepsionist nya yang bernama Andi orangnya ramah banget , informatif dan sangat menolong sekali waktu kita bertanya arah tujuan wisata kita dan kendaraan apa yang bisa kita naiki.
- Lorong hotelnya terlihat romantis, di dekor dindingnya ditutupi dengan gordyn bewarna putih.
- Nomor kamar hotel didesain tidak seperti biasanya di letakan di pintu atau dinding kamar, etapi di bawah dekat pintu kamar.
- Untuk kamar hotelnya didesain secara minimalis putih bersih dengan meja tulis dan lapu-lampu kamar dan kursi yang terbuat dari solid plastik dan ditata dengan manis dan rapi. Overall kamar ini tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman dan bersih.
- Kamar mandi inilah yang paling aku suka. Bersih dan harum. Dindingnya dilapisi marmer travertine dan perlengkapan toilet yang bewarna putih dan bersih juga air pancurannya yang desain pancuran kotak dan memancurkan air yang banyak seperti air hujan. Dilengkapi dengan sabun, shampoo, handuk juga hair dryer.



-= to be continued =-

ROMANTIC JOURNEY

Mendadak banget sebenarnya rencana liburan kali ini.
Excited banget pastinya, sampai-sampai langsung buat ittenerary (itin) bayang-bayang sampai jadi itin yang sebenarnya.

Wajib banget buat itin kalau mau liburan gini, karena biar jadwalnya padat tapi masih bisa teratur mau apa, ngapain aja dan kemananya, atur waktunya dan yang gak kalah pentingnya adalah atur-atur budgeting yang akan dikeluarkan, misalnya untuk makan, cemal-cemil, transportasi selama bepergian, oleh-oleh dan wisata. Wajib banyak baca refrensi misalnya dari internet atau tanya teman-teman yang sudah berpengalaman biar tau bayangannya seperti apa tempat dan budgeting yang dibutuhkan.

Awal rencana mau perginya pas banget dengan hari Anniversary kita yang ke 7 tahun. Tapi karena ada accident kecil, pak suami terkilir dan perlu waktu untuk penyembuhan, jadi kita undur sekitar 3-4 minggu ke depan. Biar fit sehat pak suaminya dan semuanya :D (disiniah kita harus sadar, kalau kita sudah punya rencana tapi ALLAH SWT belum mengijinkan, pasti elum bisa telaksana sesuai dengan kemauan kita)

Yang diperlukan untuk persiapannya antara lain :
- Booking tiket pesawat pulang dan pergi, juga hotel (biasanya di beberapa negara perlu menunjukan dan mencatat alamat hotel dan tiket kembali ke negara asal kita).
- Buat ittenerary (itin) dan budgeting.
- Peta-peta bus, MRT, LRT, Taxi, hotel dan sekitarnya dan wilayah wisata yang dituju.
- Perlengkapan pribadi dan obat ( kita selalu punya check list mengenai ini. Lengkap dan detail sampai hal terkecil ).
- Mental dan fisik ( karena pastinya akan banyak jalan-jalannya daripada stay di hotel..[ya iyalah...sayang tempat dan waktunya]) :D
- Tukarkan uang ke money changer (buat kita hal ini lebih praktis dan mudah walau sebenarnya pernah liat refrensi yang lebih murah kalau ambil uang di ATM di negara tujuan).
- Lapor bank terkait untuk pemakaian ATM dan Kartu kredit, agar bisa digunakan di negara tujuan.
- Dompet koin ( perlu banget ini untuk simpan-simpan koin yang akan banyak terpakai).
- Botol air minum (di Singapore air keran bisa diminum langsung, kalau mau beli harganya agak lumayan, jadi kita prepare botol minum dan bisa di refiil dimana aja).
- Cara setting hp manual atau automatic, isi pulsa dan paket internet (bisa juga nantinya beli nomor lokal di negara tujuan).
- Fotokopi passport, booking hotel dan tiket pesawat ( fotokopi passport dll ini penting banget disebar di beberapa tas tau koper yang kita bawa).
- Notebook untuk catat hal-hal penting dan menarik dll & pulpen tentunya (untuk tandatangan, isi imigration card dll).
- Jadwal sholat.

Romantic journey kali ini rencananya kita akan liburan ala backpaker-an (bukan melalui agent travel alias travelling jalan-jalan mandiri) ke Kuala Lumpur dan Singapore selama 5 hari 4 malam.

Nantikan cerita perjalan kami ya :)

-= to be continued =-



Senin, 12 September 2016

Romantic Journey DAY 3

Kuala Lumpur - Singapore, August 26th 2016,Friday


Tiba di bandara KLIA 2 masih jam 4 pagi..tapi bandara juga sudah ramai pengunjung. Tapi counter check-in kita jelaslah belum buka, kan pesawatnya juga masih jam 7 nanti hehehehe....Gak lama menunggu kira-kira 30-60 menit kemudian, counternya dibuka dan check in lah kita disana.

Khusus untuk penerbangan ke Singapore dengan Air Asia, bag tag nya udah harus kita cetak sebelumnya dari web Air Asia nya dan nanti di counter check-in kita tinggal kasih ke petugasnya dan nanti diberikan kantong berbahan solid plastik untuk bag tag nya.


Beruntungnya kita, gate boardingnya gak terlalu jauh dari pintu masuk, tidak seperti yang banyak dibilang orang kalo mau ke Indonesia, gate boardingnya ini jauh ada di ujung bandara. Santai dululah kita sambil menunggu gate boardingnya dibuka, juga jangan lupa untuk sholat subuh.

Masuk ke dalam musholla bandara, ternyata lagi-lagi kecepatan. Sampai di dalam mushola, ternyata masih baru mau adzan. Karena terlalu kecil musholla nya, jadi sholatnya harus antri, banyak juga antriannya. Jadi harus sabar-sabar ya antrinya :)

Gate boarding pun dibuka, dan gak lama panggilan untuk hot seat terdengar. Masuk ke pesawat dan karena kita, khususnya aku terlalu lelah dan capek, jadi sampai di pesawat, begitu take off langsunglah aku tertidur. Sampai harus dibangunin pak suami untuk mengisi imigration card. 

Penerbangan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Gak lama rasanya baru aja kita tertidur, tau-tau udah sampai di terminal 1 bandara Changi, Singapore.

Cuacanya di dalam bandara ini ternyata sangatlah dingin, enak, sejuk :D Walau dingin, tapi aku harus tetap buka jaket, males berlama-lama membuka jaket nantinya untuk diperiksa di pemeriksaan badan dan koper/tas, karena aku gak mau membuat antrian terlalu lama karena proses buka jaket dll ini, juga lepas gesper dan jam tangan tentunya. Benar saja, orang di depan antrianku haruslah membuka cardigannya.

Dari situ kita ke antrian berikutnya ke counter cap imigrasi. Antriannya cukup panjang, tapi gak terlalu lama, karena mereka kerjanya sangat praktis, sistematis dan cekatan, dan juga ternyata petugas imigrasinya pun cukup ramah.

Ke bagian pengambilan koper, ternyata koper kita sudah tersedia di dekat rel nya. Karena mereka begitu cepat dan praktis kerjanya, koper sudah hanya tinggal beberapa penumpang saja.

Di bandara, pak suami putuskan untuk membeli no lokal, biar mudah komunikasinya. Harganya di banderol 30$ Singapore. Sebenarnya ada bonus tambahan untuk sim card ke dua yang harganya sangat murah. Tapi aku berpikir akan jarang pegang dan utak atik hape (mau menikmati liburan) dan bahwa di hotel nanti akan bisa memakai fasilitas wi-fi nya. Jadi, sim card kedua tidak kita beli.

Kagum dengan bandaranya. Beda dengan bandara Soekarno Hatta, bandaranya persis sekali dengan yang ada di film-film.xixixixi. 





Bandara dan counter check in-nya


Petunjuk barang-barang yang bisa kita bawadan tidak dalam koper bagasi dan kabin








Dinding Diorama Wisata Singapore



Sedikit lapar, lihat-lihat ada Swensens, jajan dululah disitu. Santai sejenak sambil menentukan kita akan naik apa dan bagaimana menuju hotel tempat kita menginap. Es krim strawberry cheese cake 1 scoop nya seharga 4,5$.




Dari terminal 1 ini, kita menuju ke stasiun MRT Changi dan menuju ke Tanah Merah transit sebentar lalu menuju ke stasiun Bugis. Cara membeli tiket MRT nya seperti beli tiket MRT di Kuala Lumpur kemarin, tapi bedanya tidak berbentuk token, tapi tiket seperti KTP dan uangnya yang dimasukkan ke mesin tidak bisa dalam pecahan diatas 5$, jadi siapkan banyak uang pecahan kecil dan koin ya...

Sebenarnya kalau untuk wisatawan ada yang namanya Tourist Pass, bisa untuk bus dan MRT, tapi karena di bandara antriannya ini panjang sekali, kita akhirnya beli yang one way ticket. Untuk tourist pass ini biasanya di banderol dengan harga 15$ per kartu. Juga karena kita ini pengen ngerasain yang namanya travelling, jadinya beli yang ticket one way ini.






Perjalanan dari Changi ke Bugis memakan waktu sekitar 1 jam. MRT nya dari Changi ternyata cukup ramai, tapi gak desak-desakan dan sesak. Sampai di stasiun Bugis, dan stasiunnya ini berada dibawah tanahnya Bugis Junction (seperti mall). Awlanya kita muter-muter di mall nya ini dengan maksud hati mau makan siang, tapi karena pak suami kelelahan sambil gerek-gerek koper, akhirnya kita cari hotel tempat kita menginap dulu.



Berbekal dengan peta hotel yang kita print dari google maps, letaknya memang tidak jauh dari Bugis ini dan gak lama pun kita menemukan hotelnya.

Hotel kita menginap ini di Ibis Hotel Bencoolen street. Masuk ke hotel, disambut bapak satpam dengan sambutan "monggo"....lhooo...otomatislah kita menoleh ramah ke bapak ini :D ceritanya si bapak ini nanti ya di halaman berikutnya.


Sebenarnya check in kamar masih sekitar 3 jam lagi, tapi karena kamar sudah bersih dan beres, akhirnya kita bisa masuk kamar. ahhh...akhirnya kita bisa istirahat sejenak dulu. Dan ini adalah hari Jum'at, sementara pak suami sholat Jum'at, aku pun santai-santai dulu di kamar sambil chit chat sama mama dan teman-teman di Jakarta, dengan memanfaatkan wi-fi gratis dari hotel ini.

Pak suami sholat di dekat hotel, jalan gak begitu jauh katanya.


Bersantai-santai sejenak, kita jalan lagi ke arah Bugis Junction untuk makan siang. Berbekal catatan yang aku browsing di internet beberapa waktu lalu, kita cari makanan halal yang ada di Bugis Junction ini dan akhirnya menemukan resto Pizza Mania.

Di mall-mall katanya makanan-makanan ini sudah banyak yang bersertifikat halal dan ada sertifikat grade A,B dan C nya. Grade ini yang menentukan makanannya enak dan bersih.


Disambut bapak greater yang ramah, kita duduk dan memesan menu Creamy Chicken Pasta dan Mushroom Baked Rice Pizza Mania dan minuman segar ini (lupa namanya, yang merah ada rasa soda dan strawberrynya dan yang satunya rasa lime dan ada buah pala-nya, segar-segar asem ).







Di Singapore ini kita tidak perlu heran banyak orang tua yang masih bekerja, gesit dan sehat, karena pemerintahnya memfasilitasi para orang tua ini untuk bekerja agar tidak ketergantungan dengan anak-anaknya. Kerjanya pun tidak yang berat, misalnya greater di restaurant, hotel, stasiun MRT, cleaning service di bandara dan lain sebagainya. Jadi banyak orang tua yang berlalu lalang sendirian juga di stasiun MRT.

Badan pun masih lelah dan sedikit mengantuk, setelah makan siang, kita balik dulu ke hotel mau sitirahat dulu, isi tenaga untuk nanti malam dan besok jalan-jalan lagi :D

Sekitar jam 4-5 sore, kita selesai mandi dan sholat mau jalan-jalan ke Clarke Quay, tentunya naik MRT lagi, biar mudah dan gak nyasar, karena kita belum tau harus naik bus no berapa.

Berangkat melalui stasiun MRT di Ronchor, sampai di Clarke Quay udah jam 6 sore dan suasana udah gelap, tapi pemandangannya cantik karena diterangi lampu-lampu warna warni dari restaurant di sepanjang sungai di Clarke Quay ini dan juga boat-boat wisata. Langsunglah tanpa basa-basi kita keluarkan perlengkapan memotret kita, kita abadikan perjalanan ini sambil menyusuri sungai ini. Disini banyak wisatawan yang berkumpul sambil makan-makan dan menikmati pemandangan.



Di Clarke Quay ini kita sempat beli es Singapore yang legend itu :D Satunya seharga 1.50 $. Kita berdua sama-sama pilih yang rasa Yam dengan lapisan roti tawar.....Hmmm...ternyata rasanya enak dan lebih lembut dari yang biasanya kita makan di Jakarta.

Kita keliling lagi ke dalam mall yang ada di atasnya stasiun MRT, berencana mau cari makan malam. Ketemulah restaurant yang bertifikat halal, yaitu Nasi Lemak. Tapi sayang, pas kita kesana, ternyata restaurant nya udah tutup. Padahal jam baru aja menunjukkan pukul 9 malam.

Memilih jalan kembali ke hotel, tapi sebelumnya kita mampir dulu ke Bugis Junction cari makan malam. Di Bugis Junction pun ternyata sudah banyak yang tutup. Beli Old Chang Kee dan pizza nya Pezzo, karena udah malam kita dapat harga promo, 11$ untuk 3 potong pizza. Akhirnya kita beli seharga 22$ dan dapat 7 potong pizza. Abis semua? ya tentu tidak dong, kita simpan untuk sarapan besok pagi. Enak pizzanya, potongannya pun standardnya sama besarnya. Yang favorit aku adalah chicken mushroom. *fotonya terlewat, udah keburu abis baru ingat belum ke foto :D *


-= to be continued =-



Minggu, 11 September 2016

Romantic Journey DAY 2

Kuala Lumpur, August 25th 2016,Thursday

Pagi-pagi tersadar dengan sendirinya karena udah terbiasa dengan jam Jakarta, apalagi hari kerja gini. Ingetnya abis sholat subuh langsung mandi, sarapan dan siap-siap berangkat kerja.
Karena kelelahan kemarin, malas2an di tempat tidur, tapi juga sadar, ini waktunya bangun klo di Jakarta.

Lupa jam berapa tepatnya, sepertinya ini belum waktunya jam sholat subuh di Kuala Lumpur. Ke toilet, terus intip jendela di luar kamar hotel, masih gelap. Padahal udah jam 6 lewat sepertinya.
Jadi inget tadi malam di KLCC, jam 18-19an, cuaca juga masih terang banget dan sekarang jam 6 juga masih gelap banget. Saat itu jam di handphone dan jam tangan masih jam nya Jakarta, padahal kalo diliat dari jam Kuala Lumpur, udah lebih cepat satu jam lebih awal.

Abis sholat, ya lanjut tidur lagi dong hahahaha...kan masih gelap.. Gak terlalu lama juga tidurnya, bangun udah segar lagi, mandi dan siap-siap mau jalan-jalan lagi hari ini.
Tujuannya hari ini mau ke Dataran Merdeka, mungkin juga Batu Caves. Selagi saya siap-siap, pak suami lihat-lihat peta tujuan kita dan menentukan jalur dan arah yang mau kita tempuh hari ini. Tapi sebelumnya, kita sarapan dulu ya di hotel ini.

Menu sarapannya udah dibuat perpaket-paketan. Seperti minuman misalnya mau jus orange atau apel dengan yoghurt atau buah asli, mau roti atau pancake, mau omelet atau lainnya.

Ruang restorant nya sebenarnya tidak terlalu besar,tapi kesannya homy bgt (menurut saya :D), ada sofanya,dan di meja counternya ditata cantik seperti ala2 rumah di Perancis.
Sayang gak bisa ambil foto terlalu banyak,karena ruangannya sempit & sedang banyak tamu juga yang sedang sarapan.





Suasana dalam restaurant dan menu sarapan yang kita pilih


Selesai sarapan,kita lanjut jalan-jalan menuju Dataran Merdeka dengan naik GoKL yang Red Line.
Tapi kok..kok..si bus gak berenti di Dataran Merdeka ya,walau dari speakernya udah bilang kalo udah di Dataran Merdeka. Aku pikir,aku salah dengar, tapi sepertinya pak suami juga gak sadar.hahahahaha...
Jadi kita turunlah di halte Dayabumi. Lumayanlah ya kita jalan lagi dengan jarak yang sedang. Ternyata kita turun di halte berikutnya karena di Dataran Merdeka dan sekitarnya lagi ada perbaikan pembangunan.

Gak sia-siakan pemandangan,jalan-jalan sambil foto-foto tentunya :D
Sampailah kita di Dataran Merdeka setelah jalan -+ 10menit.

Beruntungnya kita hari ini,kita berkesempatan melihat gladi bersihnya parade tribune perayaan kemerdekaannya Malaysia. Jadi banyak nyanyi2an&tari2an parade anak-anak. Seru..


Latihan parade panggung anak-anak untuk perayaan hari kemerdekaan Malaysia tanggal 31 Agustus 2016


Pantas aja banyak pembangunan tribune penonton dan tenda-tenda kerucut,juga jalan&halte di area tsb ditutup karena acara ini.
Yang biasanya aku datang supervisi desainer exhibition,kali ini datang sebagai tamu.xixixixi..seru juga kalau ada di sisi sebagai tamu. Gak stress dikejar deadline, ketepatan desain & estetikanya :D
Kita asik berfoto-foto di area ini,karena gedung-gedungnya bagus&klasik,seperti bangunan-bangunan bergaya Inggris.
Cukup lama juga kita foto-foto&kepanasan juga,karena saat itu juga sudah pukul 12siang.
Kita juga ke area Underground Dataran Merdeka. Disini seperti area tempat berjualan aksesoris,pernak pernik,makanan&minuman. Dapat info dari teman,beberapa waktu yang lain,waktu dia kesana,Underground ini belum jadi. Sekarang sudah. Tapi ternyata memang tidak banyak yang berjualan didalam sini,hanya beberapa.Malah terkesan sangat sepi.

Karena asik jalan-jalan dan foto-foto,kita gak sempat masuk ke dalam Kuala Lumpur City Galeri. Kita hanya sempat lihat banyak turis yang keluar dari tempat itu.





Menyusuri jalan Dataran Merdeka,kita berlanjut mau ke Masjid Jamek.
Tapi ternyata Masjid Jamek ini juga dalam tahap renovasi. Jadi diawal kita sempat bingung mencari jalan kearah Masjid Jamek.
Dekat masjid tersebut,aku sempat bertanya arah sama orang lokal disana,tapi mereka malah bingung sama aku yang bertanya..Akhirnya setelah pak suami bilang kita mau sholat,barulah mereka menunjukan arahnya :D

Lagi-lagi karena kebiasaan jam sholat di Jakarta,jam 1kurang,aku sholat dzuhur.Ternyata selesai sholat,adzan pun baru berkumandang. Asli benar-benar lupa pesan teman yang memberi tahu tentang waktu sholat di Kuala Lumpur lebih lambat dari waktu di Jakarta.

Sebenarnya Masjid ini bagus sekali,tapi karena banyak ditutup seng-seng renovasi, jadi kita gak begitu kelihatan sekali bentuknya seperti apa. Sayang sekali ya...maybe next time ya kalo kesana lagi bisa lihat dengan jelas :)

Sholat pun usai,kita kembali menuju ke KL Sentral dengan naik monorail. Stasiun monorailnya ini bersebelahan dengan Masjid Jamek.



LRT dari Masjid Jamek menuju ke KL Sentral

Sampai di KL Sentral,kita makan dulu di area foodcourt nya. Putar-putar dan kita putuskan untuk makan Nasi briyani&tentunya Teh Tarik dingin. Dari kemarin kita niat banget mau minum teh tarik disini,  a sama rasa aslinya alih-alih kita minum yang sachet ala Jakarta kalau dirumah.

Ayam gorengnya memang terlihat merah menyala, tapi tidak pedas kok, rasanya gurih. Juga nasi briyaninya dengan rasa rempah-rempahnya sangat enak dan gurih yang disantap dengan kerupuk yang rasanya seperti opak. Untuk berdua makan seharga 25RM.



Nasi briyani + ayam, teh tarik dan sup kari (ndak tau namanya :D )



Tenant nasi briyani-nya


Dari KL Sentral,kita sebenarnya iseng,mau naik LRT disini sampai dengan stasiun terakhirnya. Kita pun mencobanya dan berenti di stasiun Titiwangsa.

Di Titiwangsa kita tidak menemukan sesuatu yang menarik perhatian kita,jadi kita menuju ke halte disana&naik GoKL red line yang menuju area hotel kita.
Dan GoKL dari arah halte Titiwangsa ini tidak ramai seperti dari halte-halte sebelumnya. Cenderung sepi. Tapi tetap aman&nyaman kok.

Sesampainya di Bukit Bintang,kita masih punya waktu sebelum akhirnya kita kembali ke hotel dan pergi ke Bandara KLIA 2.

Kita berjalan kaki ke stasin LRT di Imbi. Tujuan kita mau mencari Beryls chocolate house. Petunjuk arah menunjukkan dekat stasiun,tapi ternyata setelah bertanya sama orang,sepertinya kita salah arah.
Balik lagi kita ke arah Imbi.



Persimpangan jalan Bukit Bintang dan Imbi


Di Imbi,kita lihat ada sign lightbox Beryl's chocolate,tapi di gedung paling bawahnya adalah tempat penjualan gaun pengantin&pemiliknya bilang mungkin kita salah arah.
Jalan kaki muter-muter,si rumah coklat pun belum tampak. Hampir menyerah karena sudah kelelahan,di area penyebrangan ketemu orang. Pak suami pun bertanya sama dia tentang si rumah coklat. Dan dia pun akhirnya mengerti apa yang kita cari&memberitahu arahnya.

Sekali lagi,kita merasa beruntung bertemu orang itu,merasa seperti bertemu malaikat petunjuk arah.
Kita pun mekangkahkan kaki ke tempat yang dituju.
Jalan dengan tujuan pasti. Area yang kita tuju seperti area komplek perumahan,sepi,tidak banyak orang lewat,hanya ada rumah-rumah dan beberapa butik-butik mewah,tapi sebagian pun telah tutup.
Kami berjalan terus menuju tempat tujuan kami. Tapi jalan semakin jauh dan sepi. Gontai&lelah,tapi dengan kepastian bahwa tempat itu akan ketemu.

Jalan terus sampai dapat. Akhirnya kami lihat ada bangunan yang ramai dengan bis wisata. Ya..sepertinya inilah tempatnya,si Chocolate House yang dimaksud si mas di penyebrangan tadi, walau bukan si Beryl's yang aku cari dari internet.
Membeli coklat yang dicari&sudah...kita jalan lagi dong ke arah hotel kita.
Balik lagi ke arah jalan yang sepi tadi,harap-harap cemas karena bukan di lingkungan kita&juga karena sudah sangat lelah. Tapi kita menemukan jalan pintas ke area Bukit Bintang. Gak pintas juga siy,tapi karena berkotak-kotak areanya,jadi lebih mudah untuk jalan kembalinya. Dan sepertinya kita gak bisa ke Batu Caves,karena sudah lelah&harus kejar bus ke bandara.

Sesampainya di Bukit Bintang,kita santai dulu di Tous le Jous. Istirahat dulu sambil minum yang segar-segar & maem roti :D
Istirahat sudah,sekarang waktunya balik ke hotel ambil koper dan cuss ke bandara KLIA 2..tapi mau bobo dulu di hotel dekat bandara.

Di KL Sentral,kita menuju ke tempat pemberhentian bus yang menuju bandara. Beli tiket bus seharga 33RM.
Naik bus dan siap menuju hotel di bandara.

Di dalam bus diiringi lagu-lagu dari radio lokal sambil menikmati pemandangan malamnya Kuala Lumpur. Lagunya liriknya terdengar asing di telinga. Jadi harus sambil mikir kira-kira artinya apa :D
Ketemu lagi dengan teman kenalan pak suami yang waktu kita naik bus dari bandara kemarin itu. Ngobrol-ngobrollah sepanjang perjalanan.

Setiba di bandara,hotel sudah keliatan di depan mata,tapi kita mau makan dulu. Karena memang sudah jam nya makan malam. Pilihan kali ini adalah Subway, akibat kebanyakan nonton drama korea niy kayaknya hahahahaha..
Enak banget ternyata,makan yang roti kebab isi daging dan keju dengan tambahan sayur selada dan zaitun hitam. Enak segar sayurannya. Makan berdua 30RM.

Di bandara ternyata ada dong si coklat Beryl's yang kita cari-cari itu. Gak sia-siakan kesempatan,kita belanja lagilah si coklat (walau aku gak makan coklatnya,karena alergi..dikasih icip pun terpaksa aku tolak huhuhuhu)

Lelah badan ini,kita langsung menuju Tune Hotel KLIA 2. Hotel nya ini terkoneksi jalannya dengan bandara.Jadi tak perlu repot-repot naik turun kendaraan,cukup gerek koper berjalan ke hotel.



Sebelah kiri petunjuk arah adalah area bandara KLIA 2, sebelah kanan terowongan menuju Tune Hotel.
Bangunan sebelah pojok kanan dengan list jendela warna merah putih adalah Tune Hotel KLIA2.


Tune hotel ini bernuansa hitam merah dan putih,interiornya ditata dengan konsep interior minimalis. Rapi dan bersih,begitu juga dengan kamarnya.


Koleksi Pribadi






Yang membuat betah dan rileks karena di tv dalam kamar ini ada siaran lagu-lagu jazz,walau saya bukan penikmat jazz asli, hanya baru ikutan pak suami yang memang penikmat jazz.
Bersih-bersih dan sholat pun sudah,kita istirahat dulu ya,karena jam 3pagi kita harus bangun lagi untuk siap-siap terbang ke Singapore.

-= to be continued =-

Jumat, 09 September 2016

Romantic Journey DAY 1

Jakarta - Kuala Lumpur, 24 August 2016, Wednesday

"To all of our dearest friends, brothers, sisters, sir, madame, family and relatives, thank you for your appreciation. We'd love to share this joyful moment with everyone who really care to us with hope all us will find the same happiness"
Regards


Annie & Pras



Tadi malam abis cek list packing terakhir,kita cepat2 tidur. Kita mau berangkat pagi2 banget, karena kita daoat first flight,jam 7.55wib. Bangun jam 3 pagi,siap-siap terus langsung berangkat ke Bandara Soeta. Hebring,jam 4.30an aja tol bandara juga macet. Makanya itu dia kita putusin untuk berangkat 3-4jam lebih cepat dari jam boarding kita.
Selesai sholat subuh,kita langsung check-in bagasi. Hip hip horee..kita berhasil cuma bawa 1 koper (15,5 kg). Tipsnya, walau bawa baju banyak,kita pake vaccum bag (bisa beli di ace hardware,isi 2 yg besar harganya sekitar rp.89.000,-). Tips ke 2, baju-bajunya kita pisahkan 2 kloter. 1 ke negara tujuan pertama, yang 1 nya lagi untuk ke negara kedua :)
Gak terlalu lama kita nunggu di dekat Gate boarding setelah cek paspor, akhirnya Gate penerbangan kita dibuka.

Bismillah..akhirnya setelah dapat panggilan Hot Seat (beli kursi seharga @rp150.000,-), kita masuk&berangkat d ke Kuala Lumpur. Kurang lebih 2jam kemudian Alhamdulillah kita sampai di Kuala Lumpur di bandara LCC atau KLIA2.

Cek ricek pasport & ambil bagasi, langsung kita beli tiket bus menuju ke KL Sentral dengan harga 11RM per orang. Tapi karena lapar, kita makan dulu yuk.
Kebetulan ada Wendys,jadi kita makan dulu disitu.



Lupa nama paketnya apa, @ 16 RM

Makan santai,tapi begitu liat jadwal tiket bus nya,kita langsung buru-buru pergi ke tempat pemberhentian bus nya. Karena disitu tertulis paling lambat 30menit dari sejak kita beli tiket. Lhaaa kita malah makan-makan dulu.hahahahaha..

Tapi ternyata naek bus nya bisa yang mana aja. Maksudnya bus-bus ditempat itu semuanya menuiu ke KL Sentral, dengan tarif yg sama juga. Jadi kalau bus penuh,langsung d berangkat. Kalau belum, pasti dipenuhi dulu kuota kursinya. No kursi gak pengaruh. Karena bus nya juga gak sesuai dengan nama bus yang tertera di tiket yang kita beli.


Perjalanan dari LCC KLIA2 ke KL Sentral sekitar 1jam. Jalannya lancar, gak macet,juga bersih. KLIA 2 ini areanya di Sepang. Dekat sama sirkuit F1&GP2.
Di bus sy duduk terpisah dengan suami,karena bus sudah penuh. Jadi karena gak ada teman ngobrol, sy jadi sedikit terkantuk2.hahahaha..


Sampai di KL Sentral (daerahnya sekitaran Little India nya Kuala Lumpur) ,awalnya kita sempat bingung,kita hrs kemana dan nik apa. Tanya punya tanya sekitar,akhirnya kita putuskan untuk naik LRT.
Kita beli token one way seharga kurang lebih 5RM untuk 2 orang tujuan ke Bukit Bintang.
Cara beli tokennya mudah,ada petunjuknya.
Pertama-tama kita pilih akomodasi seperti LRT [1] , lalu pilih tujuan kita [2] . Setelah tertera biaya yang harus dibayar, masukan uang kertasnya [3] (bisa juga koin [4], tapi kebetulan mesin yang kita gunakan ini untuk yang uang kertas saja ), nanti token & kembaliannya akan keluar lewat kotak yang ada dibawah itu [5].


Mesin dan token-nya



Kalo yang ini mesin pintu palang otomatisnya,
sebelum masuk dan keluar si token itu di tab di mesin ini dan nanti palang merahnya otomatis terbuka.
Di tab di kotak yang warna biru itu.

Untuk masuk ke LRT kita diharuskan menge-tab token agar pintu palang otomatisnya terbuka. Gak lama kemudian,LRT nya datang.
Ternyata LRT nya itu hanya melayani tujuan Titiwangsa-KL Sentral dan sebaliknya. Jadi mudah & kita gak bingung.

Sampai di Bukit Bintang kita buka map arah hotel Melange tujuan kita ( print-an maps ini penting banget,biar kita gak bingung nyari tujuan kita).

Kenapa gak buka google maps aja? Karena kita belum buka hp kita & nyalain paket net nya.
Tapi gak susah kok nyari jalan sesuai peta dari si google itu, karena juga pak suami mengerti cara baca peta.hahahaha
Walau agak nyasar sedikit,setelah diam sebentar di toko grosir, kita liat nama hotel kita. Langsung cuss d kesana&langsung check-in.

Setelah istirahat sebentar,sambil kasih2 kabar orang2 tercinta di Jkt,sekitar jam 16.00 waktu setempat,kita mau langsung jalan-jalan.
Tujuan kita sore ini ke KLCC atau Kuala Lumpur Convention Center alias Menara Petronas alias Menara Kembar.

Naik apa kesana?  kita putuskan untuk naik GOKL (sarana bus transportasi Gratis di Kuala Lumpur). Perhatikan jalur & tulisan warna tanda di Bus nya ya (cetak juga ya peta jalur bus GOKL ini, penting juga lho). Kalau mau ke KLCC,kita naiknya yang Jalur Hijau (Green Line).



Tulisan Green Line nya nanti ada di panel hitam diatas itu, berupa Running text

Untuk bus nya, kapasitasnya banyak, bisa duduk dan berdiri (tapi gak padat sekali) dan pastinya ac nya juga dingin, nyaman dan bersih.

Kurang lebih 30-45menit,kita sampai di KLCC.
Ngapain aja disana?  Langsung prepare ambil kamera&tripod, terus foto2. Cekrak cekrek sampai bosan (karena pak suami hoby foto,jadi acara pemotretannya lama juga, gak asal cekrek, tapi serius ambil yang bagus2).

Menjelang magrib jam 18.00an,kita beli minum dulu di Suria Mall dekat dengan KLCC. Mall nya rame & disekitar perkantoran tersebut juga ramai, karena bertepatan dengan berakhirnya jam kerja di hari itu (di Area KLCC itu banyak gedung2 perkantoran). Jam 18.00-19.00 disana ternyata masih cukup terang, gak berasa kayak jam segitu. Karena kita sudah lelah & kurang tidur hari itu, jam 20.00 kita balik lagi ke hotel, dengan naek GOKL Green Line.




Tiba di Bukit Bintang, kita putuskan untuk beli makan terlebih dahulu. Karena saya mau cari makanan halal, akhirnya kita beli Kebab Turki [karena penjualnya seperti orang-orang Turki :D ] , kentang goreng yang berbonus roti kebab (total 24 RM), juga jus strawberry kiwi seharga 10.9 RM. Dan kita santap di dalam kamar hotel karena kita sudah cukup lelah, setelah itu bersih-bersih diri&istirahat dulu..



Si mas juice yang sadar mau di foto, begitu dibilang mau foto, langsung kasih tampang senyum d. Syukron


Daging ayam yang dipanggang besar banget, beda sama yang biasa ada di Jakarta


Kebab porsi kecil dan paket kentang yang terdiri dari kentang, irisan tomat,
irisan seperti tomat Jepang, mayonaise dan roti kebab

Review kamar hotel dan hotel Melange :
- Recepcionistnya di desain dengan cukup unik, dengan meja recepcionist bewarna hitam dan ada tempat duduk yang di tengahnya terdapat lampu hias yang tiangnya berbentuk pistol laras panjang bewarna emas.
- Recepsionist nya yang bernama Andi orangnya ramah banget , informatif dan sangat menolong sekali waktu kita bertanya arah tujuan wisata kita dan kendaraan apa yang bisa kita naiki.
- Lorong hotelnya terlihat romantis, di dekor dindingnya ditutupi dengan gordyn bewarna putih.
- Nomor kamar hotel didesain tidak seperti biasanya di letakan di pintu atau dinding kamar, etapi di bawah dekat pintu kamar.
- Untuk kamar hotelnya didesain secara minimalis putih bersih dengan meja tulis dan lapu-lampu kamar dan kursi yang terbuat dari solid plastik dan ditata dengan manis dan rapi. Overall kamar ini tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman dan bersih.
- Kamar mandi inilah yang paling aku suka. Bersih dan harum. Dindingnya dilapisi marmer travertine dan perlengkapan toilet yang bewarna putih dan bersih juga air pancurannya yang desain pancuran kotak dan memancurkan air yang banyak seperti air hujan. Dilengkapi dengan sabun, shampoo, handuk juga hair dryer.



-= to be continued =-

ROMANTIC JOURNEY

Mendadak banget sebenarnya rencana liburan kali ini.
Excited banget pastinya, sampai-sampai langsung buat ittenerary (itin) bayang-bayang sampai jadi itin yang sebenarnya.

Wajib banget buat itin kalau mau liburan gini, karena biar jadwalnya padat tapi masih bisa teratur mau apa, ngapain aja dan kemananya, atur waktunya dan yang gak kalah pentingnya adalah atur-atur budgeting yang akan dikeluarkan, misalnya untuk makan, cemal-cemil, transportasi selama bepergian, oleh-oleh dan wisata. Wajib banyak baca refrensi misalnya dari internet atau tanya teman-teman yang sudah berpengalaman biar tau bayangannya seperti apa tempat dan budgeting yang dibutuhkan.

Awal rencana mau perginya pas banget dengan hari Anniversary kita yang ke 7 tahun. Tapi karena ada accident kecil, pak suami terkilir dan perlu waktu untuk penyembuhan, jadi kita undur sekitar 3-4 minggu ke depan. Biar fit sehat pak suaminya dan semuanya :D (disiniah kita harus sadar, kalau kita sudah punya rencana tapi ALLAH SWT belum mengijinkan, pasti elum bisa telaksana sesuai dengan kemauan kita)

Yang diperlukan untuk persiapannya antara lain :
- Booking tiket pesawat pulang dan pergi, juga hotel (biasanya di beberapa negara perlu menunjukan dan mencatat alamat hotel dan tiket kembali ke negara asal kita).
- Buat ittenerary (itin) dan budgeting.
- Peta-peta bus, MRT, LRT, Taxi, hotel dan sekitarnya dan wilayah wisata yang dituju.
- Perlengkapan pribadi dan obat ( kita selalu punya check list mengenai ini. Lengkap dan detail sampai hal terkecil ).
- Mental dan fisik ( karena pastinya akan banyak jalan-jalannya daripada stay di hotel..[ya iyalah...sayang tempat dan waktunya]) :D
- Tukarkan uang ke money changer (buat kita hal ini lebih praktis dan mudah walau sebenarnya pernah liat refrensi yang lebih murah kalau ambil uang di ATM di negara tujuan).
- Lapor bank terkait untuk pemakaian ATM dan Kartu kredit, agar bisa digunakan di negara tujuan.
- Dompet koin ( perlu banget ini untuk simpan-simpan koin yang akan banyak terpakai).
- Botol air minum (di Singapore air keran bisa diminum langsung, kalau mau beli harganya agak lumayan, jadi kita prepare botol minum dan bisa di refiil dimana aja).
- Cara setting hp manual atau automatic, isi pulsa dan paket internet (bisa juga nantinya beli nomor lokal di negara tujuan).
- Fotokopi passport, booking hotel dan tiket pesawat ( fotokopi passport dll ini penting banget disebar di beberapa tas tau koper yang kita bawa).
- Notebook untuk catat hal-hal penting dan menarik dll & pulpen tentunya (untuk tandatangan, isi imigration card dll).
- Jadwal sholat.

Romantic journey kali ini rencananya kita akan liburan ala backpaker-an (bukan melalui agent travel alias travelling jalan-jalan mandiri) ke Kuala Lumpur dan Singapore selama 5 hari 4 malam.

Nantikan cerita perjalan kami ya :)

-= to be continued =-